mischief management
Sedikit dari sedikit yang bisa diceritakan, tentang 5 manusia, 1 avanza, 1 cooler box, 1 set speaker, 1 blender, 1 pemanas air, 1 penginapan, 3 hari untuk cerita sampai tua. Destinasi: Pantai Santolo, Jawa Barat.
#1 04 Januari 2010
waktu keberangkatan yang sudah direncanakan. mari bertemu di depan travel Primajasa jl.Cihampelas sebelah CK pukul 09.00 dan berangkat bersama. di travel saya pun menyadari bahwa *hp saya benar-benar lowbatt, dan charger-nya ketinggalan di rumah, handuk pun lupa bawa.* seperti kebiasaan masyarakat Indonesia, rencana pukul 09.00 hanya sebuah wacana. kenyataannya mereka berangkat pukul 11.00 siang. dengan bantuan GPS (Geroan Penduduk Sekitar) *ditambah jalanan berkelok, nyenggol motor dan kabur, penjelasan jalan dari seorang bapak yang kelewat antusias, dan menghindari kerbau yang mejeng di tengah jalan* 5 jam kemudian mereka sampai di pantai Santolo. *HOREEEE!!*
setelah mencari penginapan, pilihan dijatuhkan pada penginapan Danda, dengan harga Rp.70.000,- per kamar. yang disebut kamar disini adalah bilik sekitar 3x4m dengan kamar mandi *yang airnya bukan air laut*, sebuah springbed ukuran king, sebuah kipas angin, cermin, 4 colokan listrik, dan sebuah beranda yang langsung mengarah ke pantai. dan sebuah gembok untuk mengunci kamar dari luar. *jauh lebih murah daripada penginapan sebelah yang menawarkan harga Rp.400.000,- dengan fasilitas dan pegawai yang tidak jelas*
setelah menaruh barang2 di kamar, kelima manusia tadi langsung berganti kostum dan siap menghajar pantai ditemani sebuah bola milik salahsatunya *sebut saja Abi* karena mereka masih pada norak mengingat mereka memang pengen sekali ke pantai, mereka bersenda gurau dan kecipak kecipuk sampai hari hampir senja. saatnya pulang, mandi, dan makan malam.
sesampainya di depan kamar: “ya ampun! kunci gemboknya hilang!!! gimana doong, kayanya jatoh pas tadi kita main di pantai deh. / hah, serius lo? mau nyari kesana?” pembicaraan tersebut kalau diingat lagi adalah pembicaraan yang bodoh, karena mau sampai kapan nyari kunci kecil di tengah pantai? akhirnya setelah melapor ke pengurus penginapan: “a’, kunci gemboknya hilang di laut. ada kunci serepnya? / wah ga ada. / gimana atuh ya a’? / wah saya juga ga tau..” para perempuan yang mengisi kamar tersebut berkorban, “yaudah, nanti gemboknya minta dijebol aja. selama kita disini, kita KELUAR MASUK LEWAT JENDELA.” *perhatikan fakta bahwa penginapan tersebut memiliki 5 kamar, dan hanya memiliki 2 gembok yang keduanya dipakai oleh 5 manusia pintar tersebut*
saat makan malam pun tiba. mereka pergi ke tempat makan sebelah dan memesan 1kilo cugopung (cumi goreng tepung) *makanan wajib* serta setengah kilo Lobster kecil sebagai lauknya. *mungkin anda berfikir betapa banyak gaya nya mereka karna makannya lobster. tapi percayalah anda juga pasti sulit menahan godaan memesan lobster disini.* setelah menunggu selama hampir 2 jam *beneran, nunggunya lamaaaaa pisan*, makanan dihabiskan hanya dalam waktu sekitar setengah jam. satu orang bayar sekitar Rp.30.000,- dan malam pun dihabiskan dengan bermain poker - versi kere - atau dengan kata lain perjudian syariah.
#2 05 Januari 10
setelah sebelumnya minta dibangunin sama seorang teman *bisa dibilang Tashya*, pada pagi hari Tashya sudah loncat keluar jendela dan mengetuk pintu kamar sebelah, “hoi bangun hoi. udah pagi nih. katanya mau main di pantai lagi! / sori ey tash, sok aja sok sok.. sori inimah ey” dan gagal lah rencana keluar pagi.
hari kedua dimulai ketika manusia-manusia tersebut kelaparan dan mencari sarapan di kedai dekat penginapan *pastinya tambah es kelapa muda lahhh, slurrp!* setelah kenyang, mereka pergi mencari tukan perahu yang mau menyebrangkan mereka ke Pulau Santolo. pulau tersebut jaraknya hanya 3 menit dari pantai santolo. pantainya superduper sepi dan air laut sedang pasang ditambah ombaknya tenang, jadi mereka bebas leluasa berenang dan duduk di laut *duduk di laut dapat diartikan secara harafiah. sumpah!*
mereka kembali ke penginapan dan bersiap ke pantai Sayang Heulang. jaraknya sekitar 10 menit naik mobil. yang ini pantainya beda, bukan untuk berenang-berenang. tapi sebuah pantai karang. karena ini pantai karang, jadi orang bisa jalan-jalan di atasnya, dengan air laut menggenang sekitar selutut orang dewasa. airnya bening, dan masih banyaaak binatang dan tumbuhan aneh yang ngumpet di balik karang-karang tadi.
saat makan malam, mereka kembali memesan 1kilo cugopung, 1/2kilo udang saus tiram, dan kali ini ditemani kakap merah bakar yang gigantisme *juara duniaaa*. kakap seberat 1,8kilogram!! *dan lingkar pinggang pun bertambah beberapa cm*
malam kedua pun kembali dihabiskan dengan bermain poker syariah.
#3 06 Januari 10
hari terakhir bukan berarti kalah seru dari 2 hari sebelumnya. setelah sarapan dan siap2 pulang, mereka meluncur meninggalkan Santolo tanpa pamitan sama pengurus penginapan Danda *maap pisan a’, itu gembok kemaren dijebol aja sok.* tujuan: Bandung. rute perjalanan: garut, cipanas, situ cangkuang, majalaya, bandung.
dalam perjalanan pulang, tanpa disangka ada mini jetcoaster *bukan yang semini di BSM, yang ini lebih bisa dibanggakan lah* yang memang baru dibuka di Sabda Alam Cipanas. memang dasar manusia yang suka nyampah, naiklah mereka ke wahana tersebut. di Cipanas, mereka tergoda dengan kamar rendam yang pastinya pakai air panas. dan ternyata yang dimaksud kamar rendam adalah ruangan sempit dengan bak berukuran 1x1 kedalaman 0,5 berisi air hampir mendidih. *zoonk!* perjalanan belum selesai, lanjut ke Situ Cangkuang. sebuah danau yang bisa disebrangi pakai rakit. di sebrangnya ada sebuah candi *entah candi apa* dan sebuah makam *lupa makamnya siapa*
sepulangnya dari Situ Cangkuang menuju parkiran mobil, seorang Ibu dengan cerianya menyapa seorang teman *semacam Helmi* dan dengan sumringah mengatakan “eeeh, ketemu lagii!! kenapa baru sore-sore datang kesinii…” beberapa langkah kemudian kelima manusia serentak mengatakan “siapa dia?” (ibu itu hingga tulisan ini dibuat masih misterius asal usulnya. tidak ada yang merasa pernah bertemu atau berhubungan, tapi si ibu juga tidak seperti bercanda. apakah ibu-ibu itu benar-benar manusia?!)
sisa perjalanan pulang dihabiskan dengan karaoke bersama dalam mobil, makan malam di warung nasi Bu Isah, Japati *ambil menu sendiri, bikin kopi sendiri, harga - ternyata - dipukul rata, dan melewati rute ‘entah nanti keluar dimana’, terhalang banjir *ahh kl mobil stuck di tengah banjir mah teuing lah.*, akhirnya kelima manusia tersebut kembali ke bandung dengan selamat.
sesampainya di Bandung: “eh, ini gembok apaan ya? / ya ampuuun! itu mah gembok di penginapan Danda!!”
mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada penginapan Danda. udah mana punya gembok cuma 2, yang satu kuncinya hilang di laut, satu lagi kebawa ke bandung. “yah, a’, yaudah lah ya, kumaha deui a’, punten pisaan.. namanya juga liburan”..
liburan tuh harus total, 3 hari tanpa air putih … seru ! seru !
















